Panduan Anjing

Jadwal Vaksin Anjing: Panduan Lengkap untuk Puppy hingga Dewasa

Diperbarui 2 Juni 2026
Jadwal Vaksin Anjing: Panduan Lengkap untuk Puppy hingga Dewasa

Jadwal vaksin anjing yang tepat adalah salah satu langkah terpenting yang bisa kamu lakukan untuk menjaga anabul tetap sehat. Vaksinasi melindungi anjing dari penyakit mematikan seperti parvovirus, distemper, dan rabies — penyakit yang masih aktif beredar di Indonesia.

Panduan ini merangkum jadwal vaksin anjing mulai dari puppy hingga dewasa, berdasarkan panduan WSAVA 2024 dan praktik klinik hewan di Indonesia.


Mengapa Jadwal Vaksin Anjing Tidak Boleh Terlewat

Dokter hewan memberikan vaksin pada anjing Shiba Inu yang tenang

Anak anjing lahir dengan perlindungan sementara dari antibodi induknya (maternal derived antibodies / MDA). Perlindungan ini mulai melemah di usia 6–8 minggu. Di sinilah vaksinasi mengambil alih.

Tanpa vaksin, anjing rentan terhadap:

  • Parvovirus — diare berdarah, sangat menular, sering mematikan pada puppy
  • Distemper — menyerang sistem saraf, tidak ada obat spesifik
  • Hepatitis menular (Adenovirus) — menyerang hati dan mata
  • Rabies — zoonosis yang fatal, wajib secara hukum di Indonesia

Vaksinasi yang lengkap dan tepat waktu adalah perlindungan paling efektif yang tersedia.


Jenis Vaksin Anjing: Core dan Non-Core

Vaksin Core (Wajib untuk Semua Anjing)

Menurut panduan WSAVA 2024, vaksin core adalah vaksin yang direkomendasikan untuk semua anjing tanpa terkecuali karena melindungi dari penyakit yang tersebar luas dan berbahaya.

VaksinPenyakit yang DicegahKeterangan
DHPPi / DAPPiDistemper, Hepatitis (Adenovirus), Parvovirus, ParainfluenzaBiasanya dikombinasikan dalam satu suntikan
RabiesRabiesWajib secara hukum di Indonesia

Vaksin Non-Core (Berdasarkan Risiko dan Gaya Hidup)

Vaksin non-core diberikan sesuai kondisi anabul kamu — wilayah tempat tinggal, kebiasaan sehari-hari, dan tingkat paparan risiko.

VaksinPenyakit yang DicegahCocok untuk Anjing yang…
LeptospiraLeptospirosisSering terpapar genangan air, lingkungan peternakan, atau daerah banjir
Bordetella bronchisepticaKennel coughSering dititip di pet hotel atau berinteraksi dengan banyak anjing
Canine InfluenzaFlu anjingAktif di lingkungan sosial, taman, atau dog park

Diskusikan dengan dokter hewan kamu untuk menentukan mana yang diperlukan anabul berdasarkan gaya hidupnya.


Jadwal Vaksin Anak Anjing (Puppy)

Seri vaksinasi puppy dirancang untuk membangun imunitas secara bertahap saat antibodi dari induk mulai memudar. Setiap dosis diberikan dengan jarak 3–4 minggu.

Usia PuppyVaksin yang Diberikan
6–8 mingguDHPPi dosis pertama (Distemper, Adenovirus, Parvovirus, Parainfluenza)
9–12 mingguDHPPi booster ke-2; mulai Leptospira dosis pertama
12–16 mingguDHPPi booster ke-3; Rabies dosis pertama; Leptospira booster
16 minggu atau lebihDosis final seri puppy — WSAVA 2024 menyarankan dosis terakhir tidak lebih awal dari usia 16 minggu

Catatan penting: WSAVA 2024 merekomendasikan booster tambahan pada usia sekitar 26 minggu (6 bulan) untuk memastikan perlindungan pada puppy yang mungkin masih memiliki MDA saat menerima dosis akhir sebelumnya.

Contoh Jadwal Neo

Neo (Shiba Inu, saat ini 4 tahun, 12 kg) menyelesaikan seri puppy-nya dulu dengan 3 dosis DHPPi dan Rabies pertamanya di usia 14 minggu. Kini sebagai anjing dewasa, Neo perlu booster rutin agar imunitasnya tetap kuat.


Jadwal Booster Anjing Dewasa

Setahun setelah dosis terakhir seri puppy, anabul kamu perlu booster pertamanya sebagai anjing dewasa. Setelah itu, frekuensi pengulangan tergantung jenis vaksin.

VaksinBooster PertamaBooster Selanjutnya
DHPPi (Distemper, Adenovirus, Parvovirus)1 tahun setelah seri puppy selesaiSetiap 3 tahun (sesuai panduan WSAVA untuk vaksin MLV modern)
Rabies1 tahun setelah dosis pertamaSetiap 1–3 tahun (sesuai regulasi daerah dan jenis vaksin)
Leptospira1 tahun setelah seri puppySetiap tahun
BordetellaSesuai rekomendasi dokter hewanSetiap tahun

Beberapa klinik di Indonesia masih merekomendasikan booster DHPPi setiap tahun. WSAVA 2024 menyatakan bahwa vaksin modified live virus (MLV) modern memberikan imunitas hingga 3 tahun atau lebih — namun kebijakan akhir sebaiknya didiskusikan langsung dengan dokter hewan kamu karena kondisi lapangan dan jenis vaksin yang tersedia bisa berbeda.

Simpan jadwal vaksin anjing kamu di Anabul — aplikasinya kirim reminder otomatis supaya tidak ada dosis yang terlewat.

Download Anabul Gratis

Anjing Dewasa yang Belum Pernah Divaksin (atau Riwayatnya Tidak Jelas)

Jika kamu baru merawat anjing dewasa tanpa riwayat vaksinasi yang jelas, dokter hewan biasanya akan memulai seri vaksin dari awal: 2 dosis DHPPi dengan jarak 3–4 minggu, diikuti Rabies, lalu booster setahun kemudian.

Jangan tunda hanya karena usianya sudah dewasa — vaksinasi tetap efektif dan penting.


Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum dan Sesudah Vaksin

Anjing Shiba Inu yang sehat dan aktif berjalan bersama pawrent di luar ruangan

Sebelum vaksin:

  • Pastikan anabul dalam kondisi sehat — tidak demam, tidak diare, tidak sedang dalam pengobatan tertentu
  • Beritahu dokter hewan jika anabul pernah bereaksi terhadap vaksin sebelumnya
  • Lakukan obat cacing terlebih dahulu jika sudah jatuh tempo, agar sistem imun bekerja optimal

Setelah vaksin:

  • Reaksi ringan (lesu 1–2 hari, bengkak kecil di lokasi suntik) adalah normal
  • Tunggu 7–10 hari sebelum membawa anabul ke tempat umum atau berinteraksi dengan anjing lain
  • Hubungi dokter hewan segera jika ada muntah, wajah bengkak, sesak napas, atau lemas berlebihan

Cara Mencatat dan Mengingat Jadwal Vaksin Anjing

Jadwal vaksin anjing yang rapi memudahkan dokter hewan, membantu jika kamu pindah klinik, dan diperlukan saat menitip anabul di pet hotel.

Simpan catatan vaksin di tempat yang mudah diakses. Kamu bisa menyimpan seluruh riwayat kesehatan dan jadwal vaksin Neo secara digital di aplikasi — termasuk tanggal vaksin berikutnya, jenis vaksin, dan nama klinik.

Baca juga panduan lengkap cara menyusun catatan kesehatan anjing agar semua riwayat medis anabul tercatat rapi di satu tempat.



Mulai Vaksinasi Anjing Kamu Sekarang

Vaksinasi adalah investasi kesehatan terkecil dengan dampak terbesar untuk anabul kamu. Satu dosis yang tepat waktu bisa mencegah penyakit yang mahal diobati — bahkan yang tidak bisa diobati sama sekali.

Jelajahi panduan lengkap perawatan anjing lainnya di halaman panduan anjing Anabul, atau unduh aplikasi Anabul untuk mulai mencatat jadwal vaksin, reminder booster, dan seluruh catatan kesehatan Neo — semuanya dalam satu tempat.

Untuk keputusan medis spesifik, selalu konsultasikan dengan dokter hewan berlisensi yang mengenal kondisi anabul kamu secara langsung.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kapan anak anjing pertama kali harus divaksin?

Vaksinasi pertama idealnya diberikan saat anak anjing berusia 6–8 minggu. Jangan terlalu lama menunggu karena perlindungan dari antibodi induk mulai melemah di usia ini.

Apakah vaksin anjing dewasa tetap wajib kalau sudah divaksin waktu kecil?

Ya. Vaksin puppy membangun imunitas awal, tetapi perlindungannya memudar seiring waktu. Booster tahunan atau triennial diperlukan agar anabul kamu tetap terlindungi sepanjang hidupnya.

Berapa lama setelah vaksin anjing boleh keluar rumah atau mandi?

Sebagian besar dokter hewan menyarankan menunggu minimal 7–10 hari setelah seri vaksin selesai sebelum anabul dibawa ke tempat umum. Untuk mandi, tunggu 2–3 hari agar tubuh tidak stres saat respons imun sedang bekerja.

Vaksin apa yang wajib untuk anjing di Indonesia?

Vaksin core yang wajib mencakup Distemper, Adenovirus (Hepatitis), Parvovirus, dan Rabies. Rabies bersifat wajib secara hukum di Indonesia dan sangat penting terutama di daerah endemis.

Apa yang harus dilakukan jika anjing menunjukkan reaksi setelah vaksin?

Reaksi ringan seperti lesu, kurang nafsu makan, atau bengkak kecil di lokasi suntikan adalah normal dan biasanya hilang dalam 1–2 hari. Segera hubungi dokter hewan jika anabul muntah, sesak napas, wajah bengkak, atau pingsan — itu tanda reaksi alergi yang butuh penanganan cepat.

Panduan Anjing lainnya

Catatan Kesehatan Anjing: Apa yang Harus Dicatat dan Mengapa Penting
Kembali ke Panduan Anjing